''Mencaci orang Muslim adalah perbuatan fasik, dan membunuhnya adalah perbuatan kufur.'' (HR Bukhari-Muslim). Hadis di atas memberi pesan mengenai ukhuwah (persaudaraan) dalam ikatan keislaman. Dalam kaitan ini Rasulullah SAW melukiskan hubungan antarpemeluk Islam dalam kehidupan keseharian bagaikan satu tubuh.
''Perumpamaan orang-orang yang beriman, dalam saling mencintai, saling menyantuni sesama mereka, adalah laksana kesatuan tubuh. Apabila satu bagian dari tubuh itu menderita sakit, maka seluruh badan turut merasakannya.''(HR Muslim). Meski tak ada pakta perjanjian tertulis, namun umat Islam karena ikatan keislamannya haruslah memandang sesama Muslim sebagai saudaranya atas dasar kesamaan pandangan hidup.
Segala yang merusak ukhuwah Islamiyah harus dijauhi. Ulama Mesir Dr Ali Abdul Halim Mahmud dalam bukunya Fiqh Ukhuwwah memaparkan hak dan kewajiban ukhuwah yang ditetapkan dalam Islam. Pertama, menutup aib saudara seiman. Rasulullah SAW bersabda, ''Barang siapa membela kehormatan saudaranya (sesama Muslim), Allah akan menjauhkan neraka dari wajahnya pada hari kiamat.'' (HR Tirmidzi).
''Adalah kejahatan bagi seorang Muslim mempermalukan saudara Muslim lainnya.'' (HR Muslim). Kedua, memaafkan saudara seiman. Rasulullah bersabda, ''Ampunan Ilahi dilimpahkan kepada setiap hamba yang tidak mempersekutukan Allah dengan sesuatu, kecuali yang menyimpan dendam kepada saudaranya. Tentang mereka dikatakan: Tunggu, tunggu, tunggu, sampai mereka berbaikan.'' (HR Imam Malik dari Abu Hurairah).
Ketiga, melepaskan kesulitan sesama Muslim. Sabda Rasulullah, ''Seseorang yang melapangkan orang Mukmin dari desakan hidup di dunia ini, Allah akan melapangkan pula orang itu dari malapetaka hari kiamat. Siapa yang menutup aib (malu) orang Islam, Allah akan menutupi aib orang itu di dunia dan akhirat.
Allah tetap akan menolong seorang hamba, selama hamba itu sudi menolong saudaranya.''(HR Muslim, Abu Daud, Turmidzi). Keempat, berbaik sangka kepada sesama Muslim. Allah SWT berfirman, ''Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka, sesungguhnya sebagian dari prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain.''(Al-Hujurat: 12).
Kelima, berdoa untuk sesama Muslim, baik semasa hidupnya maupun setelah wafat. Firman Allah SWT, ''Orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshar) berdoa, 'Tuhan! Beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman.
Tuhan! Engkau Maha Penyantun lagi Maha Pengasih.'' (Al-Hasyr: 10). Ukhuwah Islamiyah mudah diucapkan, tapi yang sulit adalah praktik dan aplikasinya dalam berbagai situasi dan kondisi kehidupan sehari-hari. Tapi, perlu disadari bahwa mewujudkan persaudaraan Islam dalam arti yang sebenarnya merupakan kewajiban setiap Muslim.